google ads

Tampilkan postingan dengan label MATEMATIKA_BISNIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MATEMATIKA_BISNIS. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Desember 2010

BUNGA


BUNGA


Bunga adalah fee atas jasa.

Besarnya bunga ( I ) ditentukan oleh beberapa faktor yaitu
-         Uang pokok ( P )
-         Tingkat suku bunga ( r )
-         Waktu ( t )

Sehingga untuk mencari besarnya bunga bisa diformulasikan menjadi

                   I  =  P.r.t

Bunga dibedakan menjadi dua yaitu :
-         Bunga Eksak ( dalam 1 tahun dihitung ada 365 hari )
-         Bunga Ordinary ( dalam 1 tahun dihitung ada 360 hari )

Sedangkan waktu penghitungannya dibedakan menjadi dua  juga yaitu :
-         Waktu Eksak
-         Waktu Ordinary

Waktu Eksak adalah waktu yang dihitung dengan sebenar-benarnya sesuai waktu yang berjalan saat perhitungan bunga sampai memperhitungkan adanya tahun kabisat.

Waktu Ordinary adalah waktu kiraan dengan menganggap bahwa setiap bulan ada 30 hari.

Sehingga perhitungan bunga dapat dihitung menjadi 4 jenis yaitu
1.       Bunga Eksak Waktu Eksak
2.       Bunga Eksak Waktu Ordinary
3.       Bunga Ordinary Waktu Eksak
4.       Bunga Ordinary Waktu Ordinary


PENJUALAN


PENJUALAN

Untuk memperoleh sebuah keuntungan maka seorang penjual akan melakukan markup yaitu menaikkan harga jual dari biaya produksi, dengan kata lain markup adalah selisih harga jual dengan biaya produksi.

          Markup = Harga Jual – Biaya Produksi

Prosentase Markup bisa dihitung berdasarkan biaya produksi, bisa juga berdasarkan harga jual.


%Markup atas biaya produksi = ( Markup/Biaya Produksi ). 100%

%Markup atas harga jual         = ( Markup/Harga Jual ). 100%

Kalaupun penjual memberikan discount kepada pelanggan sebenarnya itu tidak lebih dari penyesuaian harga.

PENGGAJIAN






Aktifitas Bisnis yang bersifat kuantitatif dapat dihitung

dengan cara matematis.


PENGGAJIAN

1.     Gaji Kotor  : jumlah uang total sebelum pengurangan apapun yang dibayarkan oleh majikan atau pemberi kerja melalui kesepakatan antara majikan dan karyawan / pekerja.


2.     Tarip per jam dan jam kerja : untuk memformulasikan gaji kotor


3.     Lembur : kelebihan jam kerja ( 8 jam/hari atau 40 jam/minggu )
Tarip lembur = 1,5 tarip kerja regular
Tarip Lembur Minggu/libur = 2 tarip kerja regular








4.     Gaji : jika gaji karyawan tidak dibayar menurut dasar per jam maka seorang karyawan bisa dibayar per minggu, per bulan atau per tahun ( to be on salary )


5.     Komisi : fee untuk jasa. Untuk mengurangi beban kerja pemilik perusahaan mempekerjakan salesman. Dan salesman ada yang terima gaji, ada yang terima komisi ada juga yang terima gaji sekaligus komisi.


6.     Gaji bersih : jumlah uang yang dibawa pulang oleh karyawan ( Gaji kotor – pengurangan apapun )





PEMBELIAN


PEMBELIAN

Potongan Penjualan

Jika kita melakukan pembelian maka akan sering kita jumpai potongan harga barang yang biasa disebut sebagai potongan penjualan. Dan potongan ini dalam satuan prosen.

Harga barang yang tertempel pada barang atau bandrol disebut sebagai harga terdaftar,sehingga untuk menghitung besarnya potongan maka kita bisa mengalikan prosentase potongan penjualan dengan harga terdaftar.

Harga barang yang harus dibayar pembeli dinamakan sebagai harga kos netto atau bisa diformulasikan bahwa

Harga Kos Netto ( HKN ) = Harga Terdaftar – Potongan Penjualan

Dalam potongan penjualan ada namanya potongan berantai yaitu potongan pertama dilanjutkan potongan berikutnya juga dalam prosen. Potongan berantai dapat dibuat menjadi satu potongan dan dinamakan sebagai potongan ekivalen tunggal ( PET ) dan PET dapat dihitung dengan rumus


          PET  =  100% - ( 100%-Pot I ).( 100%-Pot II )

Setelah PET ketemu maka HKN juga dapat dihitung dengan rumus

          HKN  =  Harga Terdaftar.( 100%-PET )

Atau bisa juga dengan rumus

          HKN  =  Harga terdaftar. ( 100%-Pot I ). ( 100%-Pot II )


Potongan Tunai

Potongan tunai bertujuan untuk mempercepat pembayaran uang pembelian dan didasarkan pada periode waktu tertentu. Misalnya   ( 2/10,n/30 ) artinya jika pembelian barang dibayar paling lama 10 hari setelah pembelian maka akan mendapat potongan tunai 2% dan net atau batas pembayaran paling lama 30 hari setelah pembelian.

Jika sebuah pembelian mendapat 2 potongan sekaligus yaitu potongan penjualan dan potongan tunai maka potongan tunai dihitung setelah potongan penjualan.

DEPRESIASI

DEPRESIASI / PENYUSUTAN

Depresiasi adalah penyusutan nilai sebuah aktiva.

Setiap aktiva punya taksiran umur manfaat / nilai efektif, dan punya taksiran nilai sisa / residu

Metode penghitungan depresiasi ada 4 :

1.     Metode Garis Lurus

2.     Metode Unit Produksi

3.     Metode Saldo Menurun Ganda

4.     Metode Jumlah Angka Tahun

METODE GARIS LURUS


      Dalam metode garis lurus maka nilai terdepresi / nilai yang didepresiasikan dari sebuah aktiva dibagi rata sepanjang taksiran umur manfaat aktiva tersebut.

Depresiasi   =  ( Nilai Aktiva – Residu ) / Taksiran Umur Manfaat



METODE UNIT PRODUKSI



            Dalam metode ini nilai depresiasi tergantung kepada banyaknya produksi yang sudah dihasilkan oleh aktiva tersebut ( biasanya berupa mesin produksi ). Semakin banyak produksi yang dihasilkan oleh mesin tersebut maka akan semakin banyak pula depresiasinya.


Depresiasi =   ( Produksi yang dihasilkan / Taksiran Kemampuan Berproduksi ) x Nilai Terdepresi


METODE SALDO MENURUN GANDA

 

Metode ini tidak memperhitungkan adanya nilai sisa / residu. Depresiasi tiap periode menggunakan prosentasi yang sama akan tetapi menghasilkan nilai yang berbeda karena nilai depresiasi pertama mengurangi nilai aktiva pada periode kedua dan seterusnya. Artinya nilai aktiva setiap periode selalu berbeda karena nilai aktiva menurun.

Prosentasi Depresiasi =  ( 100% / taksiran umur manfaat )x2

Depresiasi Periode 1  = Prosentase Depresiasi xNilai Aktiva Periode 1

DEpresiasi Periode 2 =Prosentase Depresiasi x Nilai Aktiva Periode2. Dimana nilai aktiva periode 2 adalah nilai aktiva awal dikurangi nilai depresiasi periode 1.

Dan seterusnya sampai selesai taksiran umur manfaat.

METODE JUMLAH ANGKA TAHUN

 

Dalam metode ini depresiasi pada periode pertama jumlahnya paling besar dan dan pada periode terakhir depresiasinya paling kecil. Jadi depresiasi setiap periode berkurang sesuai dengan jumlah angka tahun taksiran umur manfaatnya.
Jika taksiran umur manfaat n tahun maka cara menghitungnya adalah

          S  =  n ( n + 1 ) / 2
       
        Depresiasi tahun 1 =  ( n / S ) x Nilai Terdepresi

Depresiasi tahun 2  =  ( ( n-1 )/ S ) x Nilai Terdepresi

Depresiasi tahun 3  =  ( ( n-2 ) / S ) x Nilai Terdepresi

Seterusnya sampai habis taksiran umur manfaatnya.