MULTIMEDIA
1. Multimedia
Istilah multimedia yang merupakan perpaduan dari kata multi dan media. Kata multi
berarti banyak atau lebih dari satu, sedangkan kata media berarti sarana atau piranti untuk
berkomunikasi. Jadi Multimedia berarti suatu sistem yang terdiri dari perangkat keras, lunak
dan alat-alat lain guna mendukung proses informasi. 1
Dalam industri elektronika, Multimedia adalah kombinasi dari komputer dan video
(Rosch, 1996) atau multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara,
gambar, dan teks (McCornick, 1996) atau Multimedia merupakan kombinasi dari paling
sedikit dua media input ataupun dari data, media ini dapat audio (suara, musik), animasi,
video, teks, grafik dan gambar (Turban dkk, 2002) atau Multimedia merupakan alat yang
dapat menciptakan presentasi yang dinamis dan interaktif yang mengkombinasikan teks,
grafik, animasi, audio, gambar dan video (Robin dan Linda, 2001). 2
Multimedia terbagi dalam beberapa elemen (James A.Senn, 1998: 343), diantaranya:
Gambar 1 Elemen-elemen Multimedia
Audio
Image
Video
Animasi
Text
A. Teks ( Teks )
Teks adalah salah satu elemen dari multimedia yang sangat membantu dalam
memperjelas informasi untuk konsumen. Pada teks ini terdapat berbagai macam
karakter yang disediakan dan pemakaianya tergantung dari iklan atau tema yang
diangkat.
B. Gambar ( Image )
Gambar atau grafik merupakan bagian yang penting dalam dunia multimedia.
Sebab sebuah gambar dapat menggambarkan ribuan kata-kata. Dengan sebuah
gambar, pesan-pesan dapat kita ungkapkan dengan lebih indah dan mudah.
C. Suara (Audio)
Beberapa tahun yang lalu pemakai PC sudah cukup puas dengan PC speaker
yang hanya mengeluarkan nada tertentu pada suatu saat. Dalam teknologi
multimedia, suara mempunyai peranan yang cukup tinggi bila kita tinjau dari visi
utama informasi multimedia yaitu memanfaatkan segala indera manusia terutama
mata dan telinga.
D. Video
Video merupakan gabungan gambar-gambar mati yang dibaca berurutan
dalam suatu waktu dengan kecepatan tertentu. Gambar-gambar yang digabung
tersebut dinamakan frame dan kecepatan pembacaan gambar disebut dengan frame
rate, dengan satuan fps (frame per second). Karena dimainkan dalam kecepatan
yang tinggi maka tercipta ilusi gerak yang halus, semakin besar nilai frame rate
maka akan semakin halus pergerakan yang ditampilkan.
Gambar 2 Single frame yang dirangkai menjadi video
MULTIMEDIA ׀ Mei P. Kurniawan, S.Kom ׀ 2008
E. Animasi (Animation)
Animasi adalah suatu rangkaian gambar diam secara inbeethwin dengan
jumlah yang banyak, bila kita proyeksikan akan terlihat seolah - olah
hidup (bergerak), seperti yang pernah kita lihat film - film kartun di tevisi maupun
dilayar lebar jadi Animasi kita simpulkan menghidupkan benda diam
diproyeksikan menjadi bergerak. 3 Penggunaan animasi pada komputer telah
dimulai dengan ditemukannya software komputer yang dapat dipergunakan untuk
melakukan ilustrasi di komputer, membuat perubahan gambar satu ke gambar
berikutnya sehingga terbentuk suatu bentuk gerakan tertentu.
a) Animasi Komputer
Animasi komputer adalah seni menghasilkan gambar bergerak melalui
penggunaan komputer dan merupakan sebagian bidang komputer grafik dan
animasi. Animasi semakin banyak dihasilkan melalui grafik komputer 3D,
walaupun grafik komputer 2D masih banyak ada. Kadangkala sasaran animasi
adalah komputer itu sendiri, kadangkala sasaran adalah antara lain, seperti
filem. Untuk menghasilkan gambar pergerakan, image (gambar) dipaparkan
pada screen komputer dan diganti dengan image (gambar) baru yang selaras
gambar sebelumnya dengan pantas. Teknik ini serupa dengan bagaimana
gambar bergerak dihasilkan melalui televi dan film. Animasi komputer 3D pada
asasnya merupakan pengganti digit bagi seni animasi gerak (stop motion);
patung animasi dibina pada screen komputer dan dipasang dengan rangka siber.
Kemudian anggota badan, mata, mulut, pakaian, dan lain-lain bagi patung 3D
digerakkan oleh juru animasi. Akhirnya, animasi dihasilkan. 4
b) Jenis Animasi
Jenis animasi yang banyak dikenal adalah animasi 2D dan 3D. Perbedaan
dari animasi 2D dan 3D adalah dilihat dari sudut pandangnya. Animasi 2D
menggunakan koordinat x dan y, sedangkan animasi 3D menggunakan
koordinat x, y dan z yang memungkinkan kita dapat melihat sudut pandang
objek secara lebih nyata.
Walaupun teknologi perkembangan animasi 3D telah berkembang, namun
bukan berarti animasi 2D ditinggalkan, karena sebagian masyarakat
3 http://mtholib.wordpress.com/2007/08/21/pengertian-animasi/
4 http://ms.wikipedia.org/wiki/Animasi_komputer
MULTIMEDIA ׀ Mei P. Kurniawan, S.Kom ׀ 2008
beranggapan bahwa keindahan goresan animasi 2D lebih mempunyai ekspresi
objek yang tegas dibandingkan dengan animasi 3D. Hal itu dibuktikan oleh
para animator Jepang dan Amerika yang hingga saat ini tetap menggunakan
teknik animasi 2D dalam membuat karya-karya animasi terbaru. Animasi 3D
mempunyai kelebihan pada kemampuannya memperlihatkan objek dari 3 sudut
pandang secara real, sedangkan animasi 2D mempunyai kelebihan pada seni
gambarnya. Antara teknik animasi 2D dan 3D mempunyai status yang sejajar.
2. Komputer
Komputer yang digunakan sebaiknya memiliki kemampuan mengolah multimedia
dengan spesifikasi minimal PIII 666 Mhz, 128 RAM, VGA 8 MB, sound card dan
monitor. Untuk mengisian suara (dubbing) dapat juga dilengkapi dengan microphone
standar. Alat Bantu gambar yang langsung terhubung kedalam komputer juga dapat
digunakan namun tidak harus dimiliki (opsional). Untuk proses dubbing yang bagus
sebaiknya menggunakan peralatan audio khusus dan dilakukan di ruanagn khusus juga
seperti di studio musik / studio rekaman.
3. Sistem Televisi Dunia
Di dunia pertelevisian ada beberapa Video Standard broadcast yang digunakan dalam
penayanganya. Adapun beberapa standard broadcast yang biasa digunakan yaitu :
3.1 PAL
PAL adalah singkatan dari Phase Alternating Line. Yaitu standard broadcast yang
biasa digunakan di sebagian Eropa, Perancis, Korea utara dan Asia termasuk Indonesia
juga menggunakan standard broadcast ini.
a. Untuk PAL jenis Analog mempunyai Resolusi 768 x 576, framerate 25 fps dan
scanline ( garis pixel pada monitor ) 625
b. Untuk PAL jenis Digital mempunyai Resolusi 720 x 576, framerate 25 fps dan
scanline ( garis pixel pada monitor ) 625
Sistem PAL ini menggunakan 25 fps (frame persecond), artinya dalam penayangan
sebuah video setiap detiknya akan di tampilkan sebanyak 25 gambar.
3.2 NTSC
NTSC singkatan dari National Television Sistem Commitee , sistem ini telah lama
digunakan di Amerika Serikat , sistem ini juga digunakan di Canada , Grenland,
Mexico, Cuba dan sebagainya.
a. Untuk NTSC jenis Analog mempunyai Resolusi 640 x 480, framerate 29.97
dibulatkan menjadi 30 fps dan scanline ( garis pixel pada monitor ) 525.
b. Untuk NTSC jenis Digital mempunyai Resolusi 720 x 480, framerate 29.97
dibulatkan menjadi 30 fps dan scanline ( garis pixel pada monitor ) 525. Sistem
NTSC ini mengguanakan 30 fps (frame persecond) ,artinya dalam penayangan
sebuah video dalam setiap detiknya akan di tampilkan sebanyak 30 gambar.
3.3 SECAM
SECAM singkatan dari Sequencetial Amplitudo Modulation jenis standard ini sangat
jarang digunakan
3.4 Sistem HDTV
HDTV ( High Definition Television ) merupakan standard terbaru pertelevisian
International. Standard ini menggunakan pola digital jadi apabila agar dapat menikmati
layanan ini TV yang digunakan harus sudah support HDTV, untuk jenis TV yang
umumnya digunakan sekarang ini tidak bisa menangkap sinyalnya. HDTV dapat
digunakan dalam 1.125 baris.
Jenis ini dapat dinikmati di seluruh dunia, karena telah memiliki kemampuan
mengkonversi sesuai system yang berlaku ditiap negara.
3.5 Lebih Jauh Mengenal Frame Rate
Ketika serangkaian gambar mati yang bersambung dilihat oleh mata manusia, maka
suatu keajaiban terjadi. Jika gambar-gambar tersebut dimainkan dengan cepat maka akan
terlihat sebuah pergerakan yang halus, inilah prinsip dasar film, video dan animasi. Jumlah
gambar yang terlihat setiap detik disebut dengan frame rate. Diperlukan frame rate minimal
sebesar 10 fps (frame rate per second) untuk menghasilkan gambar pergerakan yang halus.
Film-film yang kita lihat di gedung bioskop adalah film yang diproyeksikan dengan frame
rate sebesar 24 fps, sedangkan video yang kita lihat di televisi kira-kira memiliki frame rate
sebesar 30 fps (tepatnya 29.97 fps) untuk negara yang memakai format standar NTSC
(National Television Standards Comitte) yaitu Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Meksiko
dan Korea. Untuk negara Indonesia, Inggris, Australia, Eropa dan China format video
standar yang digunakan adalah format PAL (Phase Alternate Line) dengan frame rate
sebesar 25 fps. Sedangkan negara Perancis, Timur Tengah dan Afrika menggunakan format
video standar SECAM (Sequential Couleur Avec Memoire) dengan frame rate sebesar 25
fps.
Sekilas Tentang Pixel Aspect Ratio
Pixel aspect ratio menjelaskan tentang rasio perbandingan lebar dengan tinggi dari sebuah
pixel dalam sebuah gambar. Frame aspect ratio menggambarkan perbandingan lebar dengan
tinggi pada dimensi frame dari sebuah gambar. Sebagai contoh, D1 NTSC memiliki pixel
aspect ratio 0.9 (0.9 lebar dari 1 unit tinggi) dan memiliki pula frame aspect ratio 4:3 (4 unit
lebar dari 3 unit tinggi).
Beberapa format video keluaran menggunakan frame aspect ratio yang sama tetapi memakai
pixel aspect ratio yang berbeda. Sebagai contoh, beberapa format NTSC digital
menghasilkan sebuah 4:3 frame aspect ratio, dengan square pixel (1.0 pixel aspect ratio) dan
dengan resolusi 640 X 480. Sedangkan D1 NTSC menghasilkan frame aspect ratio yang
sama yaitu 4:3 tetapi menggunakan rectangular pixel (0.9 pixel aspect ratio) dengan resolusi
720 X 486. Pixel yang dihasilkan oleh format D1 akan selalu bersifat rectangular/bidang
persegi, akan berorientasi vertical dalam format NTSC, dan akan berorientasi horizontal
dalam format PAL. Jika kita menampilkan rectangular pixel dalam sebuah monitor square
pixel tanpa alterasi maka gambar yang bergerak akan berubah bentuk atau mengalami
distorsi. Contohnya lingkaran akan berubah menjadi oval. Tetapi bagaimanapun juga apabila
ditampilkan pada monitor broadcast gambar gerak akan ditampilkan secara benar.
Gambar 5 A. Square pixels dan 4:3 frame aspect ratio B. Nonsquare pixels dan 4:3 frame
aspect ratio C. Nonsquare pixels yang ditampilkan pada monitor square-pixel
4. Antara Analog dan Digital Video
Analog video tersusun dari gelombang bersambung yang bervariasi, dengan
kata lain nilai sinyal akan memiliki angka yang beragam tetapi terbatas pada batas
maksimum dan minimum yang diijinkan. Sedangkan digital video ditransmisikan
hanya berupa titik presisi yang dipilih pada interval dalam kurva. Tipe sinyal digital
yang dapat dipakai oleh komputer kita adalah tipe binary. Data binary diwakili dengan
angka 1 dan 0, angka 1 mewakili nilai maksimum dan angka 0 mewakili nilai
minimum.
Digital video memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan analog video, yang
paling penting adalah ketepatan yang tinggi dalam proses transmisi (high fidelity)
dibandingkan dengan sinyal analog. Pada sinyal analog, saat penerimaan akhir
transmisi akan sulit membedakan antara sinyal asli dan noise yang mungkin
diperkenalkan selama transmisi. Dengan transmisi yang diulang-ulang maka akumulasi
noise tidak dapat dihindari. Lain halnya dengan sinyal digital yang dapat membedakan
antara sinyal asli dengan noise. Sinyal digital juga dapat ditransmisikan berulang-ulang
sebanyak yang kita inginkan tanpa mempengaruhi kualitasnya.
Dunia video kini telah mengalami perubahan dari analog ke digital. Perubahan ini
terjadi pada setiap tingkatan industri. Pada konsumen rumahan dan perkantoran kita
dapat menikmati kualitas video digital yang prima lewat hadirnya teknologi VCD dan
DVD (Digital Versatile Disc), sedangkan dunia broadcasting kini juga lambat laun
mengalihkan teknologinya kearah DTV (Digital Television). Sebagian besar rumah
tangga di Amerika Serikat telah menggunakan penerimaan sinyal kabel digital dan
sinyal satelit digital untuk menikmati siaran televisi digital.
Gambar 6 Sinyal video dan noise
4.1 Tentang Resolusi dan Frame Size
Lebar dan tinggi frame video disebut dengan frame size, yang menggunakan satuan pixel,
misalnya video dengan frame size 640x480 pixel. Dalam dunia digital video, frame size
disebut juga dengan resolusi. Semakin tinggi resolusi gambar maka semakin besar pula
informasi yang dimuat, berarti akan semakin besar pula kebutuhan memory untuk membaca
informasi tersebut. Misalnya untuk format PAL D1/DV berukuran 720x576 pixel, format
NTSC DV 720x480 pixel dan format PAL VCD/VHS (MPEG-1) berukuran 352x288 pixel
sedangkan format NTSC VCD berukuran 320x240 pixel.
4.2 Sekilas Tentang Bit Depth
Dalam dunia computer, satuan bit merupakan unit terkecil dalam penyimpanan informasi. Bit
depth menyatakan jumlah/banyaknya bit yang disimpan untuk mendeskripsikan warna suatu
pixel. Sebuah gambar yang memiliki 8 bit per pixel dapat menampilkan 256 warna,
sedangkan gambar dengan 24 bit dapat menampilkan warna sebanyak 16 juta warna.
MULTIMEDIA ׀ Mei P. Kurniawan, S.Kom ׀ 2008
Komputer (PC) menggunakan 24 bit RGB (Red Green Blue) sedang sinyal video
menggunakan standar 16 bit YUV sehingga memiliki jangkauan warna yang terbatas. Untuk
itu kita perlu berhati-hati apabila membuat video untuk ditayangkan di TV, karena tampilan
warna di layar monitor PC berbeda dengan tampilan di layar TV.
4.3 Mengenal Bit Rate
Bit rate disebut juga dengan nama data rate. Bit rate menentukan jumlah data yang
ditampilkan saat video dimainkan. Data rate ini dinyatakan dalam satuan bps (bit per
second). Data rate berkaitan erat dengan pemakaian dan pemilihan codec (metode kompresi
video). Beberapa codec menghendaki data rate tertentu, misalnya MPEG-2 yang digunakan
dalam format DVD dapat menggunakan bit rate maksimum 9800 kbps atau 9,8 Mbps,
sedangkan format VCD hanya mampu menggunakan bit rate 1,15 Mbps.
4.4 Mengenal Kompresi Video
Ketika kita memakai sebuah digital camcorder dan video capture card lalu hasil video
tersebut kita capture/digitized maka berarti kita telah melakukan proses kompresi video.
Proses kompresi sangat penting mengingat penanganan data digital video membutuhkan
tempat penyimpanan data (harddisk) yang sangat besar. Jika sebuah frame membutuhkan 1
Mb, dan apabila menggunakan standar format NTSC (30 fps), maka dibutuhkan ruang
penyimpanan sebesar 30 Mb untuk tiap detiknya dan sebesar 1,5 Gb untuk tiap menitnya,
apabila video digital tidak mengalami kompresi.
Kompresi digunakan untuk mereduksi/mengurangi besarnya data video. Untuk mengatur
kompresi digunakan codec (compressor-decompressor). Codec adalah program yang
digunakan untuk menganalisa video dan membuang data yang tidak diperlukan. Misalnya
apabila di dalam video terdapat obyek yang muncul terus menerus maka informasi yang
sama dapat diulang untuk memperkecil ukuran file.
a. Kompresi DV25
DV25 merupakan format standar kompresi digital video yang dipakai pada banyak
camcorder pada kelas consumer (pengguna rumahan dan hobbies) maupun prosumer
(professional dan broadcasting). DV25 menggunakan rasio kompresi 5:1, dengan bit rate
data video sebesar 25 Mbps. Untuk durasi 1 jam, video dengan kompresi DV25
membutuhkan media penyimpanan sebesar 13 Gb.
b. Kompresi MPEG-2
MPEG merupakan singkatan dari Motion Pictures Expert Group, sebuah organisasi para
professional dalam bidang film dan video yang menentukan peraturan standar industri dalam
bidang ini, sedangkan angka 2 menyatakan versi dari standar ini (versi 2). MPEG-2 dapat
menyajikan video dengan kualitas yang tinggi, mendukung kecepatan transfer lebih dari 8
Mbps. MPEG-2 ideal untuk DVD yang memiliki data rate sebesar 9,8 Mbps. Kompresi
MPEG-2 ditujukan untuk distribusi video bukan untuk konsumsi editing video. Jadi dalam
proses editing video kita menggunakan kompresi DV25, untuk kemudian dikompresi
menggunakan MPEG-2 untuk menghasilkan media DVD.
c. Kompresi MPEG-1
Seperti halnya kompresi MPEG-2, kompresi MPEG-1 merupakan metode kompresi yang
diperuntukkan bagi distribusi video dan merupakan standar MPEG versi pertama. Kompresi
ini memiliki ukuran frame size 352x240 pixel. Kompresi ini masih dipakai sebagai acuan
standar untuk VCD, CD-ROM dan web video.
d. Proses Digitized/Capturing Video
Digitized atau capturing adalah proses memindahkan video dari sumber media ke dalam
harddisk, karena komputer hanya mengenali informasi digital (biner) saja, sehingga data
video harus dikonversi dalam format digital melalui berbagai koneksi.
Koneksi Video Analog
Dalam format video analog, secara garis besar terdapat 3 macam koneksi yang biasa dipakai,
yaitu :
• Composite (RCA)
Composite adalah tipe koneksi analog paling sederhana, karena menggunakan satu buah
kabel. Sinyal luminance (terang-gelap) disatukan (dicomposite) dengan sinyal warna.
Konektor jenis ini memiliki tiga warna yang khas, kuning untuk video sedangkan warna
merah dan putih untuk audio. Biasanya dipakai oleh perangkat video VHS.
• S‐Video
Koneksi ini memiliki kualitas yang lebih baik daripada composite. Kabel ini membagi sinyal
luminance dan warna dalam kabel yang berbeda. Biasanya dipakai oleh perangkat video
SVHS
• Component
Koneksi ini adalah koneksi yang paling baik, koneksi ini memisahkan setiap komponen
warna YCC. Dipakai pada perangkat video Betacam (Beta-SP).
MULTIMEDIA ׀ Mei P. Kurniawan, S.Kom ׀ 2008
Gambar 7 Berbagai macam konektor audio dan video
I. Koneksi Video Digital
Dalam format video digital dikenal 2 jenis koneksi, yaitu :
• IEEE 1394
Koneksi ini umum disebut dengan koneksi FireWire (Apple Computer) atau i-Link (Sony
Corporation). Koneksi ini merupakan standar koneksi yang memiliki kecepatan transfer data
sangat tinggi, karena mampu mentransfer data hingga 400 Mbps. Konektor jenis ini sering
dipakai pula untuk koneksi hardware lain seperti scanner, harddisk eksternal serta koneksi
jaringan komputer berkecepatan tinggi.
• Serial Digital Interface (SDI)
Koneksi ini dipakai untuk konsumen High-End Professional untuk mengolah digital video
format HD (High Definition) dan SD (Standard Definition), perangkat yang menggunakan
koneksi jenis ini biasanya berharga sangat mahal dan hanya dipakai pada industri film dan
video yang besar saja.
Dengan berkembangnya digital video, bukan berarti kualitas video analog lebih rendah dari
format digital. Para prosumer (pengguna professional dan broadcasting) masih menggunakan
format Betacam (Beta-SP) sebagai standar.
DV adalah singkatan dari Digital Video, DV hanya salah satu format dalam digital video,
banyak variasi format berbasis DV lainnya selain DV25 (MiniDV) yaitu Digital8, DVCAM,
DVPRO atau DVCPRO, DVCPRO50, D-9(Digital-S), DV100, DVPROHD, DigiBeta
(Betacam SX).
II. Video Capture Card
Untuk mentransfer/mengcapture video dari media analog ke harddisk dibutuhkan video
capture card. Ada berbagai jenis video capture card, yang dapat dibedakan dari fasilitas
koneksi yang ada :
IEEE 1394 Standar Capture Card
Video capture card inilah yang paling sederhana, karena hanya mendukung koneksi IEEE
1394. Kebanyakan PC belum memiliki koneksi ini, sehingga card ini sebenarnya hanya
berfungsi untuk menambah konektor saja. Konektor ini digunakan untuk mengcapture
format DV (Digital Video). Format ini sebenarnya sudah merupakan format digital dan dapat
langsung disimpan di komputer lewat koneksi IEEE 1394.
Gambar 8 Standard FireWire / IEEE 1394 Capture Card
a. Video Capture Card Kelas Menengah
Biasanya pada video capture card jenis ini terdapat koneksi tambahan berupa koneksi analog,
bisa berupa S-Video atau Composite. Dengan video capture card ini kita dapat mengcapture
video dari VCR. Beberapa video capture juga dilengkapi dengan input dari TV-Tuner
sehingga kita bisa langsung mengcapture acara TV.
b. Real Time Video Capture Card
Merupakan video capture card yang ditujukan untuk kalangan professional. Video capture
card jenis ini memiliki kemampuan untuk mendukung software video editing, sehingga
transisi dan efek yang dibuat bisa dipreview secara real time. Hal ini disebabkan adanya
perhitungan kompresi dan efek video dalam microchip yang terdapat di dalam piranti keras
ini. Biasanya berharga mahal dan disertai pula dengan berbagai koneksi baik analog maupun
digital. Kita juga dapat melihat hasil preview video menggunakan layar TV.
III. Tentang Digital Video Editing
Sebelum muncul teknologi digital editing, semua proses penyuntingan dilakukan dengan
menggunakan 1 player video dan 1 recorder video. Cara ini hanya mengijinkan transisi cut to
cut saja. Lalu muncul penggunaan 2 player dan 1 recorder yang dilengkapi mixer, teknik
penyuntingan ini menyediakan transisi dissolve. Teknologi editing seperti ini disebut A/B
roll editing atau Linear Editing. Dengan teknologi editing yang lama, akibat sifat video
yang linier, jika pada saat editing ada satu segmen di tengah cerita yang ingin diperpanjang
atau diperpendek maka seluruh rangkaian editing dibelakangnya harus diulang kembali.
Dengan hadirnya teknologi digital video editing, maka persoalan ini bisa diatasi dengan
Non-Linear Editing (NLE). Dengan metode editing ini video disimpan dalam harddisk
terlebih dahulu sehingga bisa dilakukan proses editing yang lebih fleksibel. Satu segmen
video bisa dipindahkan atau bisa dipakai secara berulang-ulang. Kita tinggal melakukan drag
and drop klip video, gambar, dan audio. Selain video capture card, maka kita membutuhkan
perangkat komputer yang memiliki spesifikasi yang cukup untuk melakukan proses
capturing dan editing. Pemilihan processor (CPU), RAM (Random Access Memory), dan
harddisk sebagai media penyimpanan perlu diperhatikan sesuai dengan kebutuhan kita.
Untuk processor sangat dianjurkan untuk menggunakan processor yang memiliki kecepatan
diatas 1 Ghz dan memiliki cache memory sebesar 512Kb. Demikian juga dengan memory
atau RAM, sangat dianjurkan untuk melengkapi komputer kita dengan RAM bekapasitas
minimal 256 Mb. Sedangkan kebutuhan media penyimpanan disesuaikan dengan durasi dari
proyek video digital kita. Untuk format video NTSC (29.97 fps) dengan durasi 1 menit video
dibutuhkan 1,5 GB, maka untuk durasi 1 jam kita membutuhkan penyimpanan sebesar 90
GB. Teknologi Non-Linear Editing (NLE) menggunakan software/aplikasi untuk melakukan
proses capture dan editing. Di pasaran terdapat banyak pilihan software NLE, tergantung
pada OS (Operating System) yang kita gunakan, diantaranya Avid|Express DV, Final Cut
Pro (MacOS), Adobe Premiere Pro, Ulead Video Studio, Vegas Video, Canopus EDIUS dan
Pinnacle Liquid Edition. Masing-masing menawarkan fasilitas-fasilitas yang beragam,
seperti tersedianya berbagai jenis kompresi video (codec) untuk proses capturing, fasilitas
transisi dan efek video real-time, keyframing/animasi, color correction, fasilitas titling, print
to tape serta fasilitas kompresi ke dalam berbagai format distribusi seperti VCD dan DVD.
IV. Langkah Produksi Video CD
Video CD atau VCD merupakan salah satu format distribusi dari media digital dalam bentuk
CD (Compact Disc). Media CD dipilih sebagai media distribusi karena media ini memiliki
kapasitas yang besar ( >720Mb). Sebelum dimasukkan ke dalam media CD, file video harus
mengalami proses kompresi dengan tujuan memperkecil ukuran file. Untuk format distribusi
Video CD (VCD) format kompresi yang dipakai adalah MPEG-1. Setelah dikompresi
menjadi file MPEG-1 maka file video siap untuk dibakar menggunakan software burning CD
seperti Nero, Easy CD Creator maupun InCD. Secara garis besar langkah produksi Video
CD yang akan dipelajari adalah seperti berikut :
1. Proses digitalisasi video / proses capture video dari Camera Video
2. Proses editing video
3. Proses render untuk menghasilkan movie
4. Proses kompresi video untuk menghasilkan file MPEG‐1
5. Proses burning CD untuk membuat Video CD (VCD)
5. Adobe Premiere PRO 2.0
Adobe Premiere merupakan perangkat lunak editing video professional karena
mempunyai beberapa fasilitas antara lain real preview, title designer, peralatan
rekayasa suara yang powerfull, pengolah audio dan lain sebagainya. Fasilitas real
preview memungkinkan untuk melihat efek – efek, title, dan transisi dalam konteks
video tanpa harus melakukan render terlebih dahulu. Fasilitas title designer dengan
efek tipografi yang canggihdan peralatan gambar untuk urutan title berkualitas
broadcast.
Adobe Premiere memiliki sangat fleksibel dengan perangkat kamera video yang
ada. Selain itu pilihan ekspor file lebih berfariasi antara lain AVI, MPEG, VCD,
DVD dan lain sebagainya. Adapun area kerja Adobe Premiere 6.0 adalah sebagai
berikut :
Project Window
Merupakan tempat penyimpanan sementara file – file yang di importkan. Jika
ingin menghapus file tersebut, disediakan tempat sampah di bagian bawahnya.
Timeline Window
Jendela timeline digunakan untuk menempatkan file dari jendela project yang
akan di edit. Di jendela inilah kita bisa melakukan pengeditan baik itu memotong,
memperpanjang durasi, menghapus sebagian isi file dan lain sebagainya.
Timeline terdiri dari video dan sound. Jadi file video yang dimasukkan ke
timeline secara otomatis akan dipecah menjadi dua yaitu video dan sound.
Namun jika file videonya memang tidak memiliki unsur suara maka pada bagian
soundnya akan kosong.
Monitor
MULTIMEDIA ׀ Mei P. Kurniawan, S.Kom ׀ 2008
Untuk melihat hasil dari proses editing. Pada jendela ini, terdapat time control
yang digunakan untuk melihat video yang ingin kita lihat.
Tools
Kumpulan beberapa tool yang berfungsi untuk seleksi, memotong, zoom,
pengaturan durasi, dan lain-lain
6. Adobe Audition 2.0
Adobe Audition adalah multitrack digital audio recording, editor dan mixer
yang mudah digunakan dan memiliki berbagai fasilitas pengolahan suara. Dengan
Adobe Audition dapat merekam suara, memperbaiki kualitas suara, menambahkan
berbagai efek suara, dan menggabungkan dengan berbagai track suara menjadi satu
track, dan menyimpannya dalam berbagai format. Adobe Audition banyak digunakan
oleh musician recording master, demo cd, produser atau programing stasiun radio. 5
Adobe Audition merupakan perangkat lunak audio yang paling populer
karena memiliki fasilitas filter. Dengan filter ini kualitas suara dan rekaman digital
dapat diolah dengan nuansa yang baru, yaitu dengan menggunakan fasilitas seperti
sources, noise reduction, clip restoration, normalizing, filter, delay effect, tone
equalizer (pengaturan keselarasan nada) dan lain-lain. Secara umum Adobe Audition
memiliki dua lingkungan yaitu Edit View and Multitrack.
Edit View sesuai namanya ditujukan terutama untuk menangani editing satu
waveform saja pada satu saat. Fasilitas Edit View menjadi Adobe Audition sebagai
alat editing yang lebih powerfulf, lebih user-friendly dan sebagai analisis tool,
mencakup fase real-time dan analisis frekuensi, filtering tingkat lanjut serta serta
efek-efek dinamis. Sementara Multitrack View dapat menangani beberapa waveform
sekaligus pada beberapa track. Dengan kemampuaan editing multitrack yang dimiliki
Adobe Audition memungkinkan untuk menggabung dan mengedit beberapa sumber
audio kedalam satu keluaran seperti menambah suara-suara efek pada musik yang
sedang berjalan atau proses memotong dan menyambung data audio.



0 komentar:
Posting Komentar